Selasa, 12 Februari 2013

re- publikasi Di'a' dan Aku



Iya , Benar di'a',
Entah dari mana kumerekamnya disini
Bingung ,!
Ya bingung , itu yang terjadi ,
Dimulai dari saat itu, awalnya melihatnya seperti
Tak lain  melihat sesuatu hal yang biasa !  namun berbeda dengan sekarang ini ,

          Diawali melihatnya di barisan, saat kami dalam masa orientasi Mahasiswa , saat itu dari barisan pertama melihatnya. Dia berada pada barisan kedua samping kiri dari saya, begitu tidak sengaja, dia tiba-tiba memanggil senior , dan pada saat itulah pertama kali melihatnya sama seperti pertama melihat orang yang tidak ku kenal

 Mulai dari saat itu, dengan tidak sengaja selalu melihatnya, sampai pada saat pembagian kelas. Ternyata dia sekelas denganku, hal itu masih biasa-biasa saja, sampai suatu saat hal aneh itu datang.  Terasa mulai tersihir olehnya , saat itu dia pertama kali menyapaku bertanya, tidak tahu pasti kapan hal aneh ini mulai masuk dalam fikiranku. Hal aneh pertama ‘entah kenapa ingin sekali mengenalnya dan saat itu fikiran ini memikirkan cara itu, singkat cerita hal itupun terjadi , setelah beberapa kali mencoba namun kemampuan belum menyanggupi. Cara simple untuk mengenalnya pun belum terfikirkan. Namun dia pertama kali mengajakku bercanda dengan memebri tantangan  buatku untuk memintai nomor seorang cewe, melihatnya dan mendegarnya itu saja yang terfokus , dan fikiran ini mengambil langkah , “mengapa cewe itu yang saya mintai nomor , kenapa bukan dia” gumamku dalam hati , hal itu saya lakukakan tidak memintai nomor cewe itu melainkan meminta  nomornya , serentak mungkin dia kaget , terkaanku pasti saat itu dia tidak akan memberikan karna saya mungkin masih terlihat asing buatnya. Di luar dugaan hal itu salah ! dengan tersenyum dia memberitahuku

Rasa aenh itu datng lagi, ketika hanya ingin mengenalnya, keanehan  itu berubah . ingin lebih dekat menjadi salah stu teman yang bias buat dia tertawa, nyaman . cara demi cara telah dilakukan untuk bias lebih dekat lagi bukan halnya sekedar mengenalnya tetapi menjadi seorang temannya, hal yang kuinginkan pun terjadi, dia mulai perlahan menerimaku sebagai temannya, terasa sangat dekat jika halnya berbincang denganya terasa dia telah menjadi teman yang begitu lama kukenal , tidak sepadan waktu yang yang baru saja ku menjadi seorang temannya yang siap buat dia senang . banyak cerita hal menarik yang kita bicarakan setiap kali kita bertemu maupun lewat alat komunikasi . sumpah demi apapun itu kecuali kekuasaan Allah . dia telah membuatku begitu nyaman, begitu tenang, begitu senang, setiap hari setiap jam setiap detik ku memikirkan  hal-hal apalagi yang bisa membuatnya nyaman dan bisa terus tertawa setiap kali kami berbincang, saat ini dan sesuatu akan datang nanti ini kuharap bukan sesaat, yang kutakutkan semua itu berubah setelah tiba masanya ku tidak dapat lagi membuatnya nyaman , tertawa .